Monday, March 10, 2025

Mengapa ada Penggemar Tidak Menyukai film The Last: Naruto the Movie?

Post oleh : IF | Rilis : 3/10/2025 10:08:00 PM | Label :

 Beberapa hal yang perlu dikritik mengenai Movie Naruto yang terakhir, Naruto Shippuden the Movie 7: The Last.

Naruto and Hinata in The Last Movie


The Last: Naruto the Movie adalah film penutup dari seri Naruto yang sangat diminati oleh para penggemar seri Naruto. Meskipun banyak yang mengapresiasi kualitas animasinya, akan tetapi ada pula yang mengkritisi film ini. Berikut admin akan membahas tentang beberapa alasan utama yang sering muncul di berbagai media sosial dan forum internasional:

1. Plot yang Lemah dan Penuh Celah Cerita

Beberapa penggemar merasa bahwa alur cerita dalam The Last tidak sekuat film-film sebelumnya. Kritik utama mencakup:

  • Plot Klise dan Tidak Mendalam: Cerita yang dianggap terlalu bergantung pada konsep "dunia akan berakhir" terasa dipaksakan. Banyak yang menyebut film ini sebagai “money grab” karena seolah hanya dibuat untuk memenuhi ekspektasi penggemar NaruHina.

  • Banyak Celah Cerita: Terdapat banyak bagian yang dianggap tidak konsisten atau tidak dijelaskan dengan baik, sehingga membuat beberapa momen terasa tidak logis. Contohnya saja bagaimana Sakura mengatakan bahwa Naruto sebenarnya tak pernah mencintai Sakura dan hanya melakukannya karena persaingannya dengan Sasuke. Hal yang tak masuk akal jika kalian mengikuti kisah Naruto sejak awal.

2. Pengembangan Romansa yang Dipaksakan

Salah satu aspek yang paling sering dikritik adalah cara penyajian hubungan antara Naruto dan Hinata yang terasa agak dipaksakan:

  • Romansa yang Terlalu Cepat dan Tidak Natural: Banyak yang berpendapat bahwa pengembangan hubungan mereka terasa terburu-buru dan kurang membangun chemistry secara bertahap seperti yang seharusnya terjadi.

  • Penggunaan Genjutsu untuk Menyampaikan Emosi: Ada juga yang menganggap bahwa penggunaan elemen fantasi (seperti genjutsu) untuk menyampaikan perasaan membuat momen-momen penting terasa artifisial atau dibuat-buat.

3. Karakter Antagonis yang Tidak Memuaskan

Satu hal lagi yang mengecawakan dari film ini, yaitu Tokoh antagonis dalam film ini, Toneri:

  • Motivasi yang Tidak Kuat: Banyak penggemar menganggap bahwa motivasi dan karakterisasi Toneri kurang mendalam, sehingga ia tidak mampu memberikan tantangan yang berarti bagi para tokoh pahlawan yang ada.
  • Kesan Karakter yang Datar: Dengan penyampaian yang dianggap kurang menarik, karakter Toneri dinilai tidak mampu menyaingi kehebatan karakter-karakter antagonis lain yang sudah pernah muncul dalam seri, seperti Madara atau Obito.

4. Penyimpangan dari Canon dan Ekspektasi Penggemar

Beberapa kritik juga datang dari perbandingan dengan alur cerita di manga dan anime:

  • Ketidakhadiran Karakter Populer: Contohnya, minimnya penampilan Sasuke yang membuat sebagian penggemar merasa kecewa karena karakter tersebut memiliki peran penting dalam keseluruhan cerita, tapi hanya muncul beberapa saat di dalam film.

  • Penyajian yang Tidak Konsisten dengan cerita sebelumnya: Bagi sebagian orang, film ini terasa seperti penyimpangan dari nilai-nilai dan perkembangan karakter yang telah dibangun selama bertahun-tahun di seri Naruto.

5. Aspek Teknikal dan Pacing Cerita

Walaupun secara visual film ini banyak dipuji, beberapa aspek teknis juga menuai kritik:

  • Pacing Cerita yang Lambat: Ada yang merasa bahwa meskipun animasinya bagus, penceritaan film ini terlalu lambat atau bahkan terasa membosankan di beberapa bagian.

  • Kualitas Narasi yang Kurang Memuaskan: Bagi sebagian penggemar, narasi yang disajikan tidak mampu menyeimbangkan antara aksi, emosi, dan unsur komedi, sehingga membuat keseluruhan film terasa tidak utuh.

Kesimpulan

Meskipun The Last: Naruto the Movie memiliki keunggulan dari sisi visual dan animasi, kritik-kritik yang muncul dari berbagai penggemar yang ada di seluruh dunia menggarisbawahi beberapa kekurangan yang cukup signifikan, terutama dalam hal pengembangan cerita dan karakter. Kritik terhadap plot yang dianggap lemah, romansa yang dipaksakan, karakter antagonis yang tidak menarik, serta penyimpangan dari cerita aslinya merupakan alasan utama mengapa sebagian penggemar merasa kurang puas dengan film ini.

Pada akhirnya, seperti halnya karya seni lainnya, penerimaan terhadap film ini sangat subjektif. Sementara ada beberapa penggemar yang menganggap bahwa film ini sebagai bagian penting dari perkembangan cerita Naruto, ada pula yang merasa film ini tidak memenuhi ekspektasi mereka. Kritik-kritik inilah yang juga menjadi bahan diskusi menarik di kalangan penggemar, menunjukkan betapa besar pengaruh seri Naruto dalam budaya pop global.

Semoga artikel ini menghibur kalian dan sampai jumpa lagi.

Related Posts

Contact Form

Name

Email *

Message *